“Kebiasaan ini sangat penting, mengingat lebih dari setengah kasus melanoma kemungkinan justru pertama kali terlihat oleh orang-orang yang memeriksa kulit mereka sendiri,” ujar Luke.
Kebiasaan akan menunda pemeriksaan kulit, mengabaikan gejala tahi lalat atau bintik-bintik bermasalah, hingga akhirnya kanker kulit tidak terdeteksi sampai ke stadium selanjutnya, disebut sebagai beberapa faktor yang mendorong tingkat kematian akibat kanker kulit.
Merujuk pada data statistik kanker kulit pada pria, Luke menyarankan untuk pentingnya melakukan pencegahan dan mengendalikan faktor-faktor yang sebetulnya bisa dikendalikan.
“Ketahui faktor risiko Anda, termasuk melindungi diri dari paparan sinar matahari, memperhatikan banyak tahi lalat di tubuh, atau riwayat melanoma pada keluarga melanoma. Selain periksa ke dokter kulit, melakukan pemeriksaan kulit sendiri bisa menyelamatkan nyawa,” tandasnya.
BACA JUGA:Studi: Orang Miskin Punya Peluang Terburuk Bisa Selamat dari Kanker Paru-paru
BACA JUGA:Cewek Wajib Baca, Ini 3 Gejala Kanker Serviks
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.