Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Komplikasi Kolesterol Tinggi yang Wajib Diketahui

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Rabu, 13 Juli 2022 |17:25 WIB
8 Komplikasi Kolesterol Tinggi yang Wajib Diketahui
Ilustrasi Kolesterol Tinggi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

ADA 8 Komplikasi kolesterol tinggi yang perlu diwaspadai. Kolesterol merupakan zat lilin, seperti lemak yang dibuat oleh hati dan kerap ditemukan dalam makanan tertentu. Kolesterol memainkan beragam peran penting dalam banyak fungsi tubuh yang berbeda.

Tubuh membutuhkannya untuk membangun sel, dan menjadikannya sebagai komponen utama empedu dalam membantu pencernaan. Tidak ada hubungan erat yang buruk antara kolesterol dalam tubuh atau darah. Namun, masalah dapat berkembang jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi.

Ada dua jenis utama kolesterol yang beredar dalam darah, yakni high-density lipoprotein (HDL) dan low-density lipoprotein (LDL). HDL juga dikenal sebagai kolesterol baik yang dapat membantu melindungi dari efek berbahaya LDL atau kolesterol jahat.

Jika kolesterol jahat terlalu tinggi atau kolesterol baik terlalu rendah, kolesterol dapat bergabung dengan zat lain untuk membentuk endapan keras di bagian dalam arteri yang dikenal sebagai plak. Pembentukan plak di pembuluh darah dapat mengakibatkan komplikasi.

Lantas, apa saja 8 komplikasi kolesterol tinggi yang wajib diwaspadai? Mengutip everydayhealth.com, berikut ini 8 komplikasi kolesterol tinggi.

Tekanan darah tinggi

Jika arteri di seluruh tubuh menyempit karena timbunan plak, tekanan darah pasti akan meningkat. Itu sebabnya pembuluh darah tidak bisa lagi rileks secara efektif untuk membiarkan darah bergerak pada tingkat tekanan yang sehat.

Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi disebut juga silent killer, dalam arti bahwa penyakit tidak memiliki gejala langsung. Keduanya dapat merusak pembuluh darah dari waktu ke waktu, dan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan lebih lanjut.

Kolesterol Tinggi

Penyakit arteri koroner

Penyakit arteri koroner berkembang ketika tumpukan plak terbentuk di arteri yang memasok darah ke jantung. Pada mulanya penyempitan ini mungkin tidak menimbulkan gejala atau masalah yang nyata.

Namun jika plak di arteri koroner cukup menghambat aliran darah ke jantung, maka dapat menyebabkan gagal jantung. Dan jika gumpalan darah terbentuk di arteri koroner, dapat menyebabkan serangan jantung.

Nyeri Dada

Nyeri dada adalah gejala umum berkurangnya aliran darah ke jantung akibat penumpukan plak di arteri koroner. Ketika penyumbatan sangat mengurangi aliran darah ke jantung, otot jantung tidak akan mendapatkan oksigen yang dibutuhkan, yang merupakan kondisi yang dikenal sebagai iskemia.

Dalam pengobatan, dokter dapat meresepkan obat untuk meredakan nyeri dada dalam situasi ini, mengobati rasa sakit tidak akan memperbaiki masalah yang mendasari timbunan plak.

Serangan jantung

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat. Penyumbatan biasanya disebabkan oleh penumpukan plak oleh lemak dan kolesterol di arteri. Terkadang plak bisa pecah dan memicu terbentuknya bekuan darah.

Stroke

Stroke terjadi ketika gumpalan darah mengalir ke otak, menghambat aliran oksigen dan nutrisi lainnya. Seperti halnya serangan jantung, semakin lama area tersebut kekurangan oksigen, semakin banyak kerusakan permanen yang terjadi.

Salah satu penyebabnya adalah kolesterol tinggi. Jika kolesterol tinggi dan plak menumpuk di arteri, itu akan mempengaruhi arteri yang menuju ke jantung dan yang menuju ke otak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement