SEJUMLAH penumpang British Airways kecewa dan beberapa di antaranya menangis karena dipaksa menunggu selama 90 menit di pesawat, sementara AC di kabin tidak menyala maksimal. Karena kepanasan, penumpang nyaris pingsan.
Kejadian ini terjadi di bandara kota Nice, Prancis, Senin 11 Juli 2022, saat pesawat hendak terbang ke Bandara Heathrow, London, Inggris. Setelah penumpang disuruh naik ke pesawat, satu setengah jam berlalu, pesawat tak kunjung terbang.
Kondisi di kabin benar-benar sumpek dan panas karena AC tak berfungsi maksimal. Para penumpang protes. Mereka memaksa pilot agar mengizinkan mereka kembali ke airbridge atau tangga belalai bandara untuk menenangkan diri.
“Ini memalukan. Pesawat ini lebih panas dari neraka. British Airways perlahan membunuh kami. Penumpang menangis dan hampir pingsan. Benar-benar menjijikkan bahwa mereka tidak memiliki AC. British Airways benar-benar lelucon,” kata seorang penumpang yang marah seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (12/7/2022).
Dua penumpang jatuh sakit dan dikeluarkan dari pesawat, awak kabin dan pilot meminta maaf kepada penumpang atas situasi tersebut. "Mereka mulai membagikan air dan menyuruh semua orang pergi ke ruang tunggu," tambah penumpang itu.
Para penumpang disuruh menunggu di tangga belalai. Dalam video yang diambil oleh penumpang terlihat sesama pelancong mengepakkan pakaian mereka untuk menenangkan diri, sementara yang lain terlihat kesal dengan situasi tersebut.
Pesawat British Airwasy tersebut diketahui melewatkan slot lepas landasnya karena ada penundaan rotasi pada layanan masuk.
"Ada beberapa pembatasan ATC berat di Prancis malam ini, yang menunda mereka mendapatkan slot baru," kata juru bicara British Airways.
Setelah mendarat di London, penumpang menceritakan bahwa tiga pelancong sempat pergi ke depan pesawat untuk memberi tahu kru bahwa mereka merasa seperti akan 'pingsan' saat lepas landas.
Mereka menambahkan bahwa penumpang diberi sebungkus keripik saat dalam penerbangan jarak pendek.
Harga tiket pesawat akan naik karena inflasi yang mendorong naiknya biaya bahan bakar.

“Peningkatan biaya ini akan dibebankan kepada pelanggan, kata Willie Walsh, mantan kepala British Airways dan direktur jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).
Harga minyak telah melonjak akhir-akhir ini akibat perang di Ukraina yang mengganggu pasokan sementara secara bersamaan pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid-19. Hal ini berpengaruh pada mahalnya biaya penerbangan.
(Salman Mardira)