Orang yang mengalami serangan jantung mendadak saat berhubungan seks cenderung dialami oleh orang dengan usia sedikit lebih muda yaitu 60 tahun. Ada juga yang mengalami hal tersebut saat berusia 65 tahun.
Studi menemukan bahwa meskipun serangan jantung mendadak dapat terjadi saat bercinta, pasangan seks dapat memberikan bantuan Cardiopulmonary resuscitation (CPR).
Mereka dapat melakukan Bystander CPR sampai ambulans tiba. Temuan ini juga menyoroti kebutuhan masyarakat akan pentingnya CPR untuk pasien yang mengalami serangan jantung mendadak.
"Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa CPR yang dilakukan oleh para pengamat dapat meningkatkan kemungkinan bertahan hidup dari serangan jantung." lanjut Chugh.
"Dengan alasan bahwa jika CPR dipelajari dan dilakukan oleh semua pasangan seksual, ada kemungkinan bagus untuk memperbaiki kelangsungan hidup," tambahnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.