3. Temani anak: Ketika anak sudah berada di tempat yang aman, orang tua perlu menemani. Sebab di momen itu, perasaan anak jauh lebih besar daripada yang bisa dia wadahi untuk dirinya sendiri. Orang tua di sini menjadi wadah perasaan anak, sebab anak sedang merasa takut karena dia belum terbiasa mengendalikan perasaannya itu.
4. Validasi perasaan anak: Caca menambahkan, ketika orang tua menemani, bisa juga memvalidasi perasaan si anak. Namun harus diingat lagi, bagaimana karakter anak. Sebab ada tipe anak yang divalidasi justru jadi kesal dan marah, ada juga yang justru mengerti dan tenang.
5. Bersikap tenang: Orang tua, disebut Caca harus bersikap tenang saat di situasi seperti ini. “Yang terpenting kita sebagai orang tua tetap tenang dan tetap menemani anak di masa tersulitnya sampai perasaan itu selesai. Jadi biarkan anak merasakan perasaannya yang sulit, karena anak juga perlu belajar bahwa perasaan itu hanya perasaan saja dan itu akan lewat," tandasnya.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.