6. Leymah Gbowee – Liberia
Leymah merupakan seorang wanita yang tangguh sejak ia lahir. Ia berhasil menghentikan perang sipil pertama di Liberia. Pembunuhan besar-besaran pada penduduk terhenti setelah berlangsung selama 15 tahun sejak 1980. Setidaknya tak akan ada lagi 250.000 jiwa melayang sia-sia dalam perang yang tak ada habisnya.
Leymah kala itu melakukan manuver politik besar-besaran kepada presidennya. Ia melakukan banyak hal untuk hak yang lebih baik bagi kaum wanita dan anak-anak. Meski tanpa kekuatan militer yang kuat, Leymah mampu menaklukkan kekuatan besar dan membuatnya meraih Nobel Perdamaian di tahun 2011.

7. Kittur Rani Chennamma – India
Kittur Rani Chennamma merupakan seorang ratu di salah satu kerajaan kecil di India. Ia sejak kecil dididik keluarganya untuk dapat berperang meski seorang wanita. Benar saja, saat ia menikah, suaminya dibunuh oleh tentara Inggris dan membuatnya murka hingga melakukan pemberontakan besar-besaran.
Ia melakukan perang terhadap tentara Inggris yang saat itu menguasai India hampir di semua wilayahnya. Ia melakukan perang selama 12 hari hingga tentara Inggris kewalahan. Meski akhirnya Rani ditangkap dan dipenjara hingga tewas, namun yang ia lakukan telah menginspirasi banyak gerakan serupa di India.
Demikian 7 wanita hebat yang memimpin pemberontakan besar-besaran dI negaranya. Hal ini membuktikan bahwa wanita mampu melakukan hal yang dilakukan oleh kaum pria.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.