JAKARTA, MPI - Jumlah wisatawan di Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur, terus melonjak tiap tahunnya. Hal ini dinilai mengancam keberadaan dan kelestarian kawasan konservasi tersebut.
Menyoroti hal ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan Program Penguatan Fungsi sebagai perwujudan komitmen dan upaya menjaga keutuhan nilai jasa ekosistem TN Komodo.
"Apabila tidak di-manage dengan baik akan memengaruhi outstanding universal value (OUV)," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (27/6/2022).
Merujuk data KLHK, jumlah wisatawan di Taman Nasional Komodo meningkat pesat setiap tahunnya.
Pada 2016, wisatawan di Taman Nasional Komodo berjumlah 100 ribu. Sementara, pada 2019 meningkat menjadi 221 ribu.
Pemerintah pun membatasi jumlah wisatawan Nusa Tenggara Timur tahun ini menjadi 200 ribu pertahun.
Alue menegaskan pihaknya juga bakal menerapkan sistem digitalisasi bagi seluruh wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo.