Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penasaran Sepak Terjang Douwes Dekker, Turis Belanda dan Skotlandia Sambangi Museum Multatuli

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 26 Juni 2022 |03:01 WIB
Penasaran Sepak Terjang Douwes Dekker, Turis Belanda dan Skotlandia Sambangi Museum Multatuli
Wisatawan padati Museum Multatuli di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten (Foto: Antara/Mansur)
A
A
A

WISATAWAN baik domestik maupun mancanegara memadati Museum Multatuli Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Usut punya usut, ternyata mereka jauh-jauh sengaja datang untuk mengetahui sejarah penindasan kehidupan rakyat Indonesia pada zaman pendudukan pemerintah kolonial Belanda dan sepak terjang perjuangan Eduard Douwes Dekker yang tertuang dalam buku Max Havelaar karangan 'Multatuli'.

"Hari ini pengunjung wisatawan yang datang ke sini di atas 1.000 orang," ungkap Kepala Museum Multatuli Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Ubaidillah Muktar, Sabtu, 25 Juni 2022.

Melonjaknya pengunjung wisatawan karena pemerintah sudah melonggarkan kegiatan masyarakat menyusul kasus pandemi Covid-19 melandai.

Saat ini, wisatawan domestik dari berbagai daerah di Tanah Air dan kebanyakan datang bersama rombongan menggunakan angkutan bus dan kendaraan pribadi. Uniknya, terdapat pula wisatawan mancanegara yang berasal dari Belanda dan Skotlandia.

BACA JUGA: Ratusan Alat Musik Tradisional Nusantara Dipamerkan, Yuk Buruan ke Museum Aceh!

Infografis Museum Batik Indonesia

Mereka umumnya wisatawan yang mengunjungi Museum Multatuli Rangkasbitung untuk memuaskan keinginan tahu di zaman pemerintahan kolonial Belanda.

Di mana tahun 1859, Eduard Douwes Dekker, seorang warga Belanda membela Indonesia dengan menulis buku yang berjudul Max Havelaar dan dalam buku itu Douwes Dekker menggunakan nama samaran Multatuli.

Dalam buku Max Havelaar mengisahkan cerita berupa kritik atas kesewenang-wenangan pemerintahan kolonial Belanda pada masa penjajahan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement