Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mencicipi Wisata Kuliner Kuno Pesisir Barat Lampung, Bikin Perut Langsung Keroncongan!

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 15 Juni 2022 |16:01 WIB
 Mencicipi Wisata Kuliner Kuno Pesisir Barat Lampung, Bikin Perut Langsung Keroncongan!
Pandap, Salah Satu Wisata Kuliner Kuno Pesisir Barat Lampung (Dok dkonten)
A
A
A

Lembaran daun talas tipis setipis kertas yang tersusun rapih, dengan isian ikan teri direbus cukup lama dan diberi sedikit asam Kandis serta kunyit dalam rebusan untuk menghilangkan rasa gatal dari daun talas. Dan saat dimakan terasa lembut di lidah bagi setiap orang yang memakannya.

Dengan harga Rp5.000 per bungkus, pandap menjadi salah satu makanan adat yang masih terjaga. Tidak hanya pandap adapula gulai buah kelor yang juga makanan masyarakat Pesisir Barat sejak tempo dulu.

Kuah yang terasa layaknya gulai pada umumnya tersaji bersama buah kelor segar yang hadir musiman dan hanya ada di Pulau Pisang menjadi salah satu keistimewaan bagi setiap yang bisa mencicipi makanan tradisional itu.

Hal tersebut dikatakan oleh salah seorang pedagang kuliner tradisional di Pasar Way Batu, Ina.

infografis

BACA JUGA:Formula E Sukses Digelar, Cek 5 Wisata Kuliner Dekat Ancol yang Bisa Kamu Coba

Wanita yang telah memasuki usia lansia itu mengatakan bahwa kuliner gulai buah kelor juga masih bisa di nikmati oleh masyarakat masa kini, meski terkadang cukup sulit untuk menemukan di saat tertentu terutama saat buah kelor belum musim.

"Ini makanan dari nenek moyang sudah ada, tapi sekarang ini buah kelor harganya mahal delapan buah harga Rp12 ribu, dulu hanya Rp5.000. kalau di Pulau Pisang yang jadi tempat utama menanam kelor malah harganya Rp1.000 satu buah sebab peminatnya banyak tapi buahnya musiman, tapi kita masih buat terus," ujar Ina.

Menurut dia, masyarakat pesisir masih banyak yang melestarikan makanan tradisional agar tidak hilang tergerus zaman.

"Sekarang ini saat di Krui sudah banyak makanan modern, kebetulan saya orang Pulau Pisang dan di pulau makanan hanya yang kita masak sehari-hari pakai resep turun temurun beda dengan di Krui. Jadi makanan kuno ini harus dimasak terus supaya tidak hilang kalah dengan makanan zaman sekarang," kata wanita yang sering dipanggil andung (nenek dalam Bahasa Lampung, Pesisir Barat)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement