Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakai Telur, Begini Cerita Permainan Sandi Rahasia Bung Karno di Penjara Sukamiskin

Solichan Arif , Jurnalis-Selasa, 14 Juni 2022 |08:05 WIB
 Pakai Telur, Begini Cerita Permainan Sandi Rahasia Bung Karno di  Penjara Sukamiskin
Bung Karno
A
A
A

PRESIDEN Soekarno atau Bung Karno di masa mudanya pernah dijebloskan pemerintah kolonial Belanda di Lapas Sukamiskin Bandung. Namun, hal itu tak mampu memadamkan semangat juangnya. Penjara hanya mampu mengubah penampilan Bung Karno yang sebelumnya gagah, menjadi lebih kurus dan kulit menghitam.

Perubahan fisik itu membuat kedua orang tua Bung Karno, yakni Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman yang tinggal di Blitar, Jawa Timur tak kuasa menemui putranya. Karenanya, selama Bung Karno mendekam di dalam jeruji besi mulai Desember 1929 hingga 31 Desember 1931, keduanya sengaja tak membesuk.

"Hati mereka tidak kuat menahan iba," kata Ny Sukarmini atau Ibu Wardoyo, kakak kandung Bung Karno seperti tertulis dalam buku Bung Karno Masa Muda (1978).

infografis

BACA JUGA:Dear Traveler, Simak Rute dan Transportasi Umum ke Jakarta Fair 2022 di JIExpo Kemayoran

Sebelum menghuni Sukamiskin, Bung Karno lebih dulu ditahan di penjara Banceuy dan sempat menuliskan pledoinya yang terkenal: Indonesia Menggugat. Aktivitas Bung Karno di Algeme Studi Club, Bandung dianggap kolonial Belanda membahayakan dan karenanya harus ditahan. Algeme Studi Club merupakan cikal bakal PNI (Partai Nasional Indonesia) yang berdiri tahun 1927. Menggantikan orang tuanya, Bu Wardoyo membesuk Bung Karno di penjara.

Melihat kondisi adiknya yang kurus dan hitam, sebagai saudara kandung dia juga sedih. Namun perubahan fisik kurus dan hitam yang menurut orang lain sebagai penderitaan, bagi Bung Karno bukan penderitaan. Menjadi kurus dan lebih hitam merupakan cara Bung Karno bertahan hidup di dalam penjara. Dia sengaja membuat kulitnya menjadi hitam dengan bekerja dan bergerak di bawah terik matahari. Tujuannya untuk memanaskan tulang-tulangnya.

"Sebab di dalam sel tidak ada sinar matahari, lembab, gelap dan dingin," demikian yang tertulis dalam buku "Soekarno Poenja Tjerita, Yang Unik dan Tak Terungkap dari Sejarah Soekarno".

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement