JENAZAH anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), akhirnya ditemukan setelah pencarian 2-3 minggu ini. Jenazah Eril berhasil ditemukan di Bendungan Engehalde, Sungai Aare.
Ridwan Kamil pun menyebut, walau sudah lewat 14 hari, jasadnya anaknya tersebut masih utuh lengkap tidak kurang satu apapun. Padahal, secara umum tubuh akan membusuk 48 jam setelah kematian.
"Wajah rapih menengok ke kanan dan saya bersaksi, jasad Eril wangi seperti daun eucalyptus. Sungguh mukjizat kecil yang sangat kami syukuri," tulis Ridwan Kamil di Media Sosialnya.
Terlepas dari itu, kenapa jenazah Eril masih bisa utuh dan lengkap meskipun sudah lama meninggal? Melansir situs The National Center for Biotechnology Information, korban tenggelam memang salah satu korban yang sulit diidentifikasi waktu kematiannya.
Biasanya, korban tenggelam sering memiliki cairan di rongga pleura pada otopsi postmortem atau pemeriksaan organ dalam. Dibandingkan dengan tubuh yang tidak terdekomposisi yang diambil dari air, tubuh yang telah mengalami dekomposisi dan diambil dari air ditemukan memiliki peningkatan akumulasi cairan pleura, dan lebih sering memiliki kotoran dan vegetasi di saluran pernapasan bagian bawah.
Dalam kebanyakan kasus, suhu air akan lebih dingin daripada suhu udara sekitar. Temperatur yang lebih dingin umumnya memperlambat proses dekomposisi. Pengecualian termasuk bak air panas dan perairan tropis.