KUNCI anak sukses belajar adalah merasa bahagia. Anak bahagia juga kunci untuk tumbuh kembang anak yang optimal bagi masa depannya.
Oleh karena itu, Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM) Laksmi Mayesti menekankan pentingnya memberikan metode dan cara belajar-mengajar yang memastikan kebahagiaan anak dalam belajar dan berkembang sesuai minat bakatnya.

Salah satu pendekatannya menggunakan sistem pembelajaran (pedagogi) di mana mereka memastikan anak didik paham terhadap konteks pembelajaran yang diberikan melalui metode blended learning.
“Metode dan cara belajar blended learning memastikan kebahagiaan anak dalam belajar dan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya,” kata Laksmi.
Ia percaya bahwa kebahagiaan anak merupakan kunci untuk tumbuh kembang anak yang optimal. Untuk memberikan kebahagiaan dalam belajar, harus menawarkan pembelajaran yang konseptual, dan kontekstual, serta fleksibilitas, yang membuat cara belajar mengajarnya menjadi berbeda dari sekolah lain.
Laksmi menjelaskan, murid-muridnya diberikan keleluasaan dalam belajar atau fleksibilitas tanpa mengurangi bobot dari pelajaran sesuai dengan kebutuhan. Selain itu mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, namun juga ada field trip, kunjungan, virtual tour, serta diskusi.
“Faktor inilah yang dapat membuat anak paham maksud dari tujuan pembelajaran, dan membuat mereka bahaia dalam belajar, kata Laksmi.
Selain itu, pembelajaran juga terpersonalisasi. Selain diberikan pelajaran wajib, anak juga memiliki kebebasan untuk mengambil pelajaran sesuai minat bakat serta materi dari mana saja, tidak harus dari sekolah. Tugas yang dikerjakan juga disesuaikan dengan kemampuan dan kesukaan anak.
Sementara itu, Kak Seto, pemerhati anak menjelaskan, sangat penting untuk membuat suasana ramah anak. Suasana yang ramah anak membuat anak belajar lebih bahagia.
BACA JUGA:Vaksin Covid-19 BUMN Akan Digunakan untuk Vaksinasi Anak dan Booster
Kalau untuk belajar di rumah, Kak Seto meminta agar para orangtua berusaha untuk menjadi idola dan sahabat buat anak-anak yang banyak mengalami kebosanan atau kegelisahan terkait belajar di rumah.
(Dyah Ratna Meta Novia)