SEBANYAK 8 orang pasien di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) diduga terkena penyakit dari tikus. Meskipun akhirnya berdasarkan hasil lab menunjukkan terkena DBD, meskipun masih diteliti lebih lanjut.
Berdasarkan temuan, tikus yang ditemukan di Jaksel ternyata mengandung penyakit Leptospirosis. Oleh karena itu warga harus lebih waspada terhadap tikus.

Menanggapi hal itu, Praktisi Kedokteran Fungsional, dr Novi Arifiani MKK Dipl ABRAAM menjelaskan, Leptospirosis disebabkan parasit leptospirosis yang menyebar dari urin mamalia terutama tikus.
BACA JUGA: Tikus Jaksel Bawa Leptospirosis, Ini 3 Tips Mencegah Penyakit dari Hewan Pengerat Itu!
Gejala terkena Leptospirosis antara lain demam tinggi, sesak napas, sakit kepala, nyeri otot, muntah, sakit perut, diare, juga ruam-ruam.
Lalu bagaimana cara pengobatannya?
Dokter Novi mengatakan, pasien yang terkena Leptospirosis harus segera dibawa ke dokter dan mendapat perawatan, karena perlu adanya kontrol cairan.
Kemudian harus ada pemantauan kerusakan jaringan otot yang luas, sebab bisa membahayakan ginjal.
"Ada antibiotik yg digunakan," terangnya.
Adapun gejala yang harus diwaspadai penyakit leptospirosis antara lain, demam tinggi, sesak napas, sakit kepala, nyeri otot, muntah, sakit perut, diare, juga ruam-ruam.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.