KEBUTUHAN nutrisi anak dalam masa pertumbuhan memang beragam, tapi asupan protein menjadi salah satu yang terpenting.
Asupan protein untuk menyokong tumbuh kembang anak, salah satunya bisa didapat dari susu. Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH menyebut susu sangat berperan penting bagi tumbuh kembang anak, karena susu merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik.
"Protein hewani memiliki asam amino lebih lengkap dibandingkan protein nabati. Susu adalah salah satu sumber protein hewani terbaik,” ujar Prof. Fikawati dikutip MNC Portal, dari siaran media tertulis, Selasa (7/6/2022).
Ia menambahkan, protein baik itu hewani atau nabati, memang hadir dengan kandungan asam-asam amino dalam protein yang fungsinya membangun dan mengatur sel-sel tubuh dibutuhkan anak. Tapi, protein hewani lah yang punya asam amino lebih komplit jika dibandingkan nabati.
Dalam masa tumbuh kembang, anak memang jangan sampai defisit alias kekurangan asupan asam amino esensial. Pasalnya, jika mengalami kekurangan asupan asam amino esensial, maka tubuh anak bisa akan mengalami kekurangan hormon pertumbuhan yang pada akhirnya bisa mengakibatkan stunting.
Maka sangat disarankan para orang tua, agar bisa memenuhi kebutuhan protein anak yang bisa didapat salah satu sumbernya dari susu.
Dokter spesialis anak, dr. Kurniawan Satria Denta M.Sc. SpA mengingatkan kondisi stunting adalah kondisi yang sulit untuk dipulihkan jika dibandingkan dengan gangguan status gizi atau pertumbuhan lainnya.
“Selain pendek, kerusakan akibat stunting sudah sampai ke otak dan hal ini sulit dipulihkan lagi!," ucap dr. Kurniawan.
Lantas usia berapakah protein hewani idealnya diperkenalkan kepada anak? Berdasarkan rekomendasi WHO maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), saat 6 bulan pertama anak hanya mendapatkan ASI tanpa makanan tambahan lainnya.
BACA JUGA:Cegah Stunting, Ahli Gizi Ungkap Makanan yang Harus Dikonsumsi Anak
BACA JUGA:IDAI Ingatkan Pentingnya Imunisasi untuk Hindari Bayi dari Stunting
Baru setelah 6 bulan, anak bisa diperkenalkan dengan berbagai protein hewani maupun nabati.
“Harus diingat prinsip pemberian MPASI adalah makanan dengan gizi lengkap dan seimbang. Jadi harus mengandung juga karbohidrat, lemak, vitamin serta mineral. MPASI tidak bisa menu tunggal, misalnya hanya lauk, sayur atau buah saja,” pungkas dr. Kurniawan.
(Rizky Pradita Ananda)