Maka sangat disarankan para orang tua, agar bisa memenuhi kebutuhan protein anak yang bisa didapat salah satu sumbernya dari susu.
Dokter spesialis anak, dr. Kurniawan Satria Denta M.Sc. SpA mengingatkan kondisi stunting adalah kondisi yang sulit untuk dipulihkan jika dibandingkan dengan gangguan status gizi atau pertumbuhan lainnya.
“Selain pendek, kerusakan akibat stunting sudah sampai ke otak dan hal ini sulit dipulihkan lagi!," ucap dr. Kurniawan.
Lantas usia berapakah protein hewani idealnya diperkenalkan kepada anak? Berdasarkan rekomendasi WHO maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), saat 6 bulan pertama anak hanya mendapatkan ASI tanpa makanan tambahan lainnya.
BACA JUGA:Cegah Stunting, Ahli Gizi Ungkap Makanan yang Harus Dikonsumsi Anak
BACA JUGA:IDAI Ingatkan Pentingnya Imunisasi untuk Hindari Bayi dari Stunting
Baru setelah 6 bulan, anak bisa diperkenalkan dengan berbagai protein hewani maupun nabati.
“Harus diingat prinsip pemberian MPASI adalah makanan dengan gizi lengkap dan seimbang. Jadi harus mengandung juga karbohidrat, lemak, vitamin serta mineral. MPASI tidak bisa menu tunggal, misalnya hanya lauk, sayur atau buah saja,” pungkas dr. Kurniawan.
(Rizky Pradita Ananda)