KEMENTERIAN Perhubungan mengumumkan rencana pengoperasian Stasiun Manggarai untuk kereta api jarak jauh.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jakarta dan Banten 3, Rode Paulus Gagok, menyebutkan pengoperasian Stasiun Manggarai untuk kereta jarak jauh masih menunggu studi perencanaan yang dilaksanakan tahun 2023 mendatang.
Saat ini, Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan Pemda DKI terkait pengadaan lahan untuk penataan kawasan dan akses dari serta menuju stasiun itu.
"Dengan begitu, pada saat pembangunan Stasiun Manggarai selesai dan bisa melayani KA Jarak jauh pada akhir tahun 2025, aksesnya sudah siap," kata Rode.
Bakal melayani kereta api jarak jauh, lantas seperti apa sejarah Stasiun Manggarai?
Stasiun Manggarai memang mulai dibangun pada 1914 oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. Van Gendt atau setelah 41 tahun pembangunan jalur KA Batavia (Jakarta Kota)–Buitenzorg (Bogor) 1869-1873.
Saat pembangunan jalur KA Batavia-Buitenzorg, tak ada rencana pembangunan stasiun/ atau halte di Manggarai.
Ketika itu yang ada Stasiun Boekitdoeri (Bukit Duri) yang dibuka pada 1908 (bukan Dipo Bukit Duri). Saat ini lokasinya 400 meter di selatan Stasiun Manggarai. Stasiun Manggarai baru direncanakan dibangun setelah perusahaan kereta api Negara, Staatssporwegen (SS) menguasai jaringan kereta api di Jakarta pada 1913.
Ketika itu perusahaan kereta api negara atau Staatssporwegen (SS) menyatukan jalur Jakarta-Bekasi milik Bataviaasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS) yang dibeli pada 1899 dan jalur Jakarta-Bogor milik Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang akuisisi pada 1913.