Merek-merek AS berada di bawah tekanan untuk memutuskan hubungan dengan Rusia di tengah kecaman internasional atas invasi Ukraina. Dunia internasional memang sangat mengecam invasi Rusia ke Ukraina yang dianggap tak memiliki alasan kuat.
Starbucks telah berada di Rusia selama 15 tahun. Dalam acara investor Desember 2010, para eksekutif menyoroti negara itu sebagai pasar utama yang sedang berkembang untuk merek tersebut, bersama dengan China, Brasil, dan India.
Starbucks sendiri tidak mengungkapkan dampak keuangan dari keluarnya perusahaan tersebut dari tanah Rusia.
Saham Starbucks naik 0,5 persen menjadi USD73,76 pada Senin pagi. Sementara McDonald's sempat menyatakan, keluarnya mereka akan menghasilkan biaya satu kali sebesar USD1,2 miliar hingga USD1,4 miliar.
Pada hari Kamis lalu, jaringan tersebut mengatakan telah mencapai kesepakatan untuk menjual bisnisnya di Rusia kepada pengusaha Rusia Alexander Govor, pemegang lisensi McDonald's.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.