STARBUCKS mengumumkan akan menghentikan seluruh kegiatan operasinya di Rusia.
Dengan keputusan itu, Starbucks akan menutup 130 cafe mereka dan Starbucks tidak akan lagi memiliki merek di pasar negara beruang merah tersebut.
Rantai penjual kopi, yang menghentikan operasinya pada awal Maret setelah invasi Ukraina pada akhir Februari, mengaku akan "keluar" dari Rusia dan "tidak lagi memiliki merek di pasar".
"Kami akan terus mendukung hampir 2.000 mitra celemek hijau di Rusia, termasuk pembayaran selama enam bulan dan bantuan bagi mitra untuk bertransisi ke peluang baru di luar Starbucks," kata perusahaan itu, seperti dikutip dari AFP.
Langkah ini mengikuti tindakan serupa yang minggu lalu oleh diambil oleh merek raksasa Amerika Serikat (AS) lainnya, McDonald's, yang memiliki kehadiran lebih besar di negara itu sejak periode menjelang akhir Perang Dingin.