"Jadi kalau dalam satu bulan hanya 30-60 mg (dibutuhkan) dan 2-6 mg yang keluar. Sehingga bila menerima 200 mg perbulan akan terjadi kelebihan 170 mg besi di dalam tubuh per bulannya. Dampaknya zat besi ini melekat di bagian organ-organ tubuh seperti Jantung, Hati sama kelenjar endokrin," sambungnya
Namun, Pustika mengatakan dalam tahap skrining darah tidak ada 100 persen bisa mendeteksi Hepatitis. Menurutnya, Hepatitis bisa tertular kepada pengidap Thalassemia karena darah diterima terdapat virus Hepatitis. Dalam temuannya, sekira 1 persen bisa tertular Hepatitis B dan C bahkan HIV. Dari transfusi darah, bagi penderita Thalassemia.
"Sehingga kerusakan hati itu bisa disebabkan oleh karena terapi besi yang berlebih dan bisa dari darah yang diberikan mengandung virus Hepatitis. Ini bukan hanya di Indonesia, di dunia pun tidak ada yang 100 Persen (baik mendeteksi)," jelasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)