KETUA Komnas Perlindungan Anak (KPAI) Arist Merdeka Sirait terus mendukung upaya BPOM agar segera melabeli kemasan plastik mengandung BPA.
"Semua dilakukan demi melindungi keselamatan dan kesehatan anak-anak Indonesia, baik bayi, balita maupun janin dalam ibu hamil," kata Arist.

Arist mengaku sudah melihat hasil penelitian baik jurnal internasional maupun dari lembaga kesehatan bahwa BPA berbahaya dan dapat memicu berbagai macam penyakit.
Arist pun menegaskan bahwa pihaknya fokus kepada anak-anak agar Indonesia di tahun 2045 sudah terbebas dari BPA.
Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, regulasi pelabelan risiko BPA tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan publik dan karena itulah BPOM berkomitmen memperjuangkan pengesahannya.
"Draf peraturan pelabelan BPA itu sebenarnya sudah selesai harmonisasi di Kementerian Hukum, dan kami juga sudah menulis surat ke Presiden Joko Widodo, melalui Sekretariat Kabinet dan Sekretariat Negara, meminta agar draft tersebut segera difinalkan," katanya.
Apalagi BPA sendiri disebut menimbulkan gangguan kesuburuan.
Sementara itu, Dosen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) Irma Mayasari mendesak pemerintah segera menetapkan Rancangan Peraturan BPOM terkait pelabelan BPA pada galon air minum dalam kemasan. Ini untuk memberikan penekanan aspek kemanfaatan guna melindungi kesehatan masyarakat.
Irma Mayasari yang juga Staf Khusus Rektor UI bidang Regulasi mengatakan, pemerintah harus mampu melihat perkembangan kebutuhan masyarakat dan referensi kebijakan yang ada di tataran internasional dan melakukan pengaturan kemasan pangan untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Ia pun mendorong pemerintah dan BPOM terus melakukan edukasi publik sebagai bentuk penyadaran masyarakat terkait bahaya BPA.
BACA JUGA:BPOM Pastikan Belum Ada Kinder Joy Terkontaminasi Salmonella
“Sambil menunggu kebijakan tersebut disahkan, pemerintah dan BPOM diharapkan melakukan edukasi dan sosialisasi sebagai bentuk penyadaran masyarakat terhadap bahaya BPA yang diiringi dengan kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala. Semua untuk mengetahui penyimpangan dengan jelas dan dapat diatasi," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.