Masalah stroke pun sangat berpacu pada waktu. Ketika seseorang sudah menunjukkan gejala stroke, perlu segera dibawa ke rumah sakit.
Standar protokol penanganan stroke dengan 'door to needle' adalah kurang dari 60 menit. Bagi pasien stroke sumbatan yang memenuhi kriteria waktu untuk dilakukan terapi trombolitik, waktu idealnya yaitu kurang dari 4,5 jam setelah muncul gejala stroke.
"Jangan anggap enteng stroke, karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan detik hingga menit. Penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan pada otak, sehingga kecacatan bahkan kematian dapat dihindari," jelas dr. Tri Wahyudi SpS, FINS, Dokter Spesialis Saraf dan Neurointervensi dari Mayapada Hospital Tangerang.
Stroke bisa muncul karena dua alasan, akibat penyumbatan atau perdarahan. Untuk stroke sumbatan dapat langsung diberikan terapi trombolitik yaitu pengobatan melarutkan sumbatan pada pembuluh darah otak, melancarkan aliran darah, dan mencegah kerusakan jaringan dan organ dengan pengawasan dokter spesialis saraf.
Terapi lain yang bisa dilakukan untuk kasus stroke karena sumbatan adalah dengan tindakan invasif melalui prosedur intervensi endovaskular dan mechanical thrombectomy yang dilakukan di Lab Kateterisasi jika pasien tidak memenuhi kriteria untuk terapi trombolitik.
"Nah, untuk stroke perdarahan akan ditangani oleh dokter spesialis bedah saraf yang juga siap 24 jam. Stroke akibat penyumbatan atau perdarahan dapat ditangani di Stroke Emergency Mayapada Hospital," ungkap dr Tri.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.