2. Berat badan lahir rendah
Bayi kembar kebanyakan lahir dalam kondisi berat badan lahir rendah (BBLR). Jika ini terjadi, bayi kembar tersebut memiliki beberapa risiko seperti masalah penglihatan atau gangguan pendengaran, cacat mental, atau serebral palsi.
3. Twin-twin transfusion syndrome (TTTS)
Kondisi ini memengaruhi sekitar 10% bayi kembar identik yang berbagi plasenta. TTTS memungkinkan salah satu bayi mendapatkan suplai darah yang sedikit, sedangkan bayi lainnya terlalu banyak. Jadi tidak imbang.
4. Preeklamsia
Ibu yang mengandung bayi kembar berisiko tinggi alami preeklamsia. Preeklamsia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, pembengkakan, sakit kepala, atau penglihatan terganggu berisiko membuat bayi tidak dalam kondisi sehat bahkan lahir tidak selamat.