GUNA meningkatkan cakupan imunisasi yang tertinggal, ahli menyarankan agar anak bisa diberi vaksin kombinasi atau suntikan ganda. Langkah ini pun dinilai tidak berbahaya.
Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), Ketua Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) mengatakan, vaksin kombinasi atau suntikan ganda berguna untuk mempercepat jadwal imunisasi yang sudah tertinggal.

Vaksin kombinasi terdiri lebih dari satu antigen dalam satu kemasan, misalnya DPT-HepB-Hib, MR, OPV. Pemberian vaksin ganda sangat aman, efektif dan efisien serta sudah dilakukan oleh negara-negara lain.
"Imunisasi ganda itu pemberian secara bersama-sama. Ini sudah lama dipakai di luar negeri, WHO mengatakan sudah lama memberikan suntikan seperti ini di negara maju dan berkembang," ujar Prof. Sri.