PARA ahli kesehatan mengatakan, berpuasa selama Ramadan bagi penderita diabetes harus dilakukan di bawah pengawasan ahli medis.
Mereka merekomendasikan penilaian diabetes selama Ramadan sehingga membuat penderita sadar risiko, sekaligus meminimalkan risiko itu.

"Berpuasa selama Ramadan mensyaratkan seseorang makan dua kali sehari dengan senjang waktu yang panjang antara kedua waktu itu. Memodifikasi pola konsumsi menyebabkan metabolisme tubuh berubah dan penderita diabetes harus menyesuaikan rencana pengobatan mereka berdasarkan hal itu," ujar Dr. Shehla Shaikh dari Pusat Endokrinologi dan Diabetes KGN Mumbai, seperti dilansir Indian Express.
Menurut dia, penderita diabetes harus menghindari konsumsi makanan olahan dan berlemak tinggi saat berbuka puasa.
Kemudian, jika ada tanda hipoglikemia atau kekurangan glukosa dalam aliran darah, maka penderita diabetes harus menghentikan puasanya.