Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bumil Mau Berpuasa, Baca Ini Dulu!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 08 April 2022 |11:21 WIB
Bumil Mau Berpuasa, Baca Ini Dulu!
Ibu hamil menjalankan puasa (Foto: Hindustan times)
A
A
A

IBU hamil alias bumil boleh berpuasa, asal kondisi kesehatan dia dan janin dalam keadaan sehat dan terkontrol dengan baik. Jika tidak disarankan dokter karena alasan kesehatan dan keselamatan, ada baiknya tidak berpuasa.

Ibu hamil yang dipersilahkan berpuasa tentu harus bertanggung jawab untuk menjaga janin dan tubuhnya sendiri dalam keadaan puasa. Agar lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Seperti yang disampaikan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dr Zeissa Rectifa Wismayanti, Sp.OG, ada 7 hal penting yang perlu dicatat bumil yang diperbolehkan puasa. Apa saja?

 sahur

1. Pastikan nutrisi dan gizi tercukupi saat sahur dan buka puasa

Dokter Zeissa mengatakan, bagi ibu hamil yang berpuasa, penting untuk memastikan asupan nutrisi dan gizi seimbang terpenuhi di setiap waktu makan, baik itu sahur ataupun buka puasa.

"Pilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin, dan mineral ketika makan sahur dan berbuka supaya kebutuhan gizi ibu hamil dan janin tercukupi," sarannya, dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Jumat (8/4/2022).

2. Hindari makanan olahan yang tidak sehat

Dokter Zeissa menyarankan kepada bumil semua yang berpuasa agar menghindari makanan olahan yang banyak mengandung garam dan lemak, serta makanan olahan yang terbuat dari gula sederhana.

"Kedua jenis makanan ini biasanya mudah diolah oleh tubuh, sehingga cepat membuat ibu hamil kenyang, tetapi juga cepat menjadi lapar kembali," katanya.

"Jadi, pilih karbohidrat seperti gandum, oat, nasi merah, nasi cokelat, dan lain sebagainya untuk memastikan ibu hamil kenyang lebih lama tapi baik untuk tubuh juga," sarannya.

3. Pastikan asupan cairan terpenuhi

Kecukupan cairan adalah salah satu yang terpenting untuk dipenuhi bumil yang berpuasa. Dokter Zeissa menyarankan minimal 2,5 liter per hari dengan air putih.

"Konsumsi air putih dapat dilakukan pada waktu-waktu seperti 2 gelas sebelum sahur, 1-2 gelas setelah sahur, 2 gelas setelah berbuka puasa, 1-2 gelas setelah makan malam, 2 gelas setelah shalat isya atau tarawih," terangnya.

 BACA JUGA:Ini 5 Kondisi Ibu Hamil yang Disarankan Tidak Berpuasa

4. Hindari minuman berkafein

Bumil, Dokter Zeissa menyarankan juga untuk hindari minuman berkafein, karena memicu buang air kecil. Kalau berlebihan, ini berpotensi membuat Anda dehidrasi. Selain memicu sakit kepala dan jantung berdebar, kafein juga dapat mengurangi kadar zat besi yang dapat diserap tubuh.

"Apabila ibu hamil sangat ingin dan tak bisa menghindarinya, batasi konsumsi kafein tak lebih dari 200 miligram per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan," katanya.

Tapi perlu diingat juga, sambung dr Zeissa, selain kopi, teh dan cokelat juga mengandung kafein. Jadi, coba kurangi minuman dan makanan tersebut, ya.

5. Saat buka puasa, makan dalam porsi kecil

Penting untuk diperhatikan para bumil juga bahwa saat buka puasa, dr Zeissa menyarankan agar makan dalam porsi kecil terlebih dulu untuk mencegah perut begah. Nah, kalau sudah selesai shalat tarawih, ibu hamil dapat melanjutkan asupan makan untuk mengembalikan energi.

6. Waktu tidur tetap cukup, ya!

Meskipun banyak ibadah yang dilakukan pada malam hari, usahakan ibu hamil memiliki waktu tidur dan istirahat yang cukup, minimal 6-8 jam sehari.

7. Kurangi aktivitas berat dan stres

Dokter Zeissa pun mengimbau kepada para bumil agar kurangi aktivitas berat dan stres, supaya Anda tidak mengalami kelelahan selama menjalani puasa.

Catatan lain yang disampaikan dr Zeissa adalah saat menjalani puasa, hal yang paling penting adalah niat dan hati yang lapang, agar ibu hamil bisa tetap menikmati keseluruhan ibadah pada bulan Ramadan ini.

"Ingat, kapan pun saat berpuasa, apabila ibu hamil tidak menunjukkan peningkatan berat badan yang baik atau bahkan mengalami penurunan berat badan, merasa terlalu lemas, pusing, penglihatan kabur, atau berkeringat dingin, jangan ragu untuk membatalkan atau tidak melanjutkan puasa, ya," tambah dr Zeissa.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement