Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, Nyadran Agung momentum untuk mendoakan leluhur sekaligus melestarikan budaya Kulonprogo.
Biasanya warga di perantauan akan kembali ke kampung halaman untuk melakukan ziarah ke makam leluhur. Hanya karena masa pandemi covid-19 tradisi ini sdikit dibatasi.
“Ini menjadi momentum untuk melestarikan budaya Kulonprogo yang adiluhung penuh dengan nilai kearifan lokal,” katanya.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.