Di sisi lain, ada juga faktor risiko lain yakni gaya hidup tak sehat, salah satunya satunya terkait konsumsi daging merah dan daging olahan.
Dokter Yohana mengatakan, kedua jenis makanan ini saat sudah dicerna akan menghasilkan suatu zat kimia yang akan merusak struktur dinding usus, sehingga sebaiknya konsumsi daging merah dibatasi.
Faktor risiko kanker usus besar lainnya yakni diet tidak seimbang dan kurang serat, kurang beraktitivias fisik, obesitas, konsumsi rokok dan paparan asap rokok, konsumsi minuman beralkohol berlebihan, menderita penyakit gangguan pencernaan berulang dan mengalami kondisi diabetes tipe 2.
"Pada prinsipnya, pola makan yang baik yakni diet seimbang untuk mencapai berat badan seimbang, termasuk memperbanyak konsumsi sayuran dan buah dan diregulasikan dengan olahraga," ujar Dokter Yohana.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Jawa Barat, Dr. Dradjat R. Suardi, Sp.B(K)-Onk, FICS mengatakan, kanker usus besar terjadi akibat perubahan dari sel normal menjadi tak normal di saluran usus besar hingga anus. Kanker dapat tumbuh cepat dan menyebabkan penyakit di organ lain atau metastasis.