Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saatnya Desa Wisata Unjuk Gigi

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 24 Maret 2022 |19:35 WIB
Saatnya Desa Wisata Unjuk Gigi
Bawomataluo, Desa Lompat Batu, salah satu desa wisata di Nias, Sumatera Utara memiliki atraksi yang unik. (Foto: Dok.Barry Kusuma)
A
A
A

Menparekraf Sandiaga Uno dalam acara Bimbingan Teknis dan Workshop Online Zona 5 yang meliputi wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu pada ADWI 2022 secara virtual dikutip dalam siaran pers (18/3/2022), mengatakan desa-desa wisata yang ada di Zona 5 dapat menghadirkan produk unggulan yang otentik sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing.

“Zona ini paling potensial dengan desa-desa wisatanya. Untuk itu, pemerintah daerah khususnya kepala dinas pariwisata harus bersama-sama mendorong desa wisatanya untuk bergabung dalam ADWI 2022,” ujarnya.

Saat ini sudah banyak desa wisata dari berbagai penjuru Indonesia yang mendaftar diantaranya 54 desa wisata di Aceh, 181 desa wisata Sumatera Utara, 268 desa wisata Sumatera Barat, 63 desa wisata Sumatera Selatan, dan 27 desa wisata di Bengkulu.

Pada 2021 lalu, antusiasme ADWI cukup tinggi. Dari total 7.275 desa wisata, tercatat lebih dari 1.831 peserta desa wisata dalam ajang ADWI. Dari jumlah ini, diambil 50 pemenang Desa Wisata. Pemenang ADWI 2021 satu per satu mendapatkan jadwal kunjungan khusus dari Menparekraf.

“Kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah pandemi covid-19 ini dimulai dari desa wisata,” kata Sandiaga. Sandiaga optimis ADWI 2022 dapat turut mendukung kebangkitan pariwisata di Indonesia. Ia juga mengharapkan hal ini menumbuhkan semangat untuk memunculkan desa wisata baru yang diikuti dengan kualitas yang terstandar.

Kategori penilaian

Pada 2022 ini, ADWI kembali digelar. Seluruh desa wisata dari 34 provinsi dapat mengikuti ADWI dan berkompetisi dengan desa-desa wisata lainnya di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement