AIR merupakan kebutuhan dasar yang penting terhadap keberlangsungan hidup manusia. Air bersih sangat penting guna mendukung penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah masalah kesehatan pada masyarakat dan stunting pada anak.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, saat ini masih adanya perilaku buang air besar sembarangan menjadikan target menciptakan akses air minum yang aman dan layak bagi masyarakat sulit dicapai.

“Saya kira kualitas ini terus diakibatkan oleh pencemaran lingkungan. Salah satu yang berkaitan dengan akses sanitasi yang belum layak, yaitu praktik perilaku buang air besar sembarangan secara terbuka maupun terselubung,” kata Maxi.
Maxi menuturkan praktik perilaku buang air besar sembarangan baik yang dilakukan secara terbuka ataupun terselubung telah menimbulkan risiko pencemaran lingkungan terutama dalam aspek mikrobiologi.
Target terciptanya air bersih dan sanitasi yang layak dan aman, juga semakin sulit tercapai akibat keberadaan mata air dan air tanah yang terus berkurang setiap harinya. Menyebabkan terjadinya pembatasan hingga penghentian pemakaian air agar permukaan tanah tidak semakin menurun.
“Hal ini tentu menjadi perhatian kita semua, agar semua aspek pembangunan khususnya penyediaan layanan dasar dan perilaku higienis sanitasi perlu kita pastikan keberlanjutannya dalam menerapkan budaya perilaku hidup dan bersih,” ucap Maxi.
Padahal, ketersediaan sekaligus keberlanjutan air minum dan sanitasi yang layak dan aman telah menjadi salah satu tujuan pembangunan negara yang berkelanjutan sebagaimana disebutkan di dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Pemerintah bahkan sudah menargetkan sebesar 100 persen akses air minum menjadi layak dan 15 persen air minum menjadi aman di tahun 2024 mendatang.
Menurut Maxi target tersebut dapat tercapai, apabila seluruh pihak bijak menggunakan air tanah dan berhenti buang air besar sembarangan sebagai bentuk perlindungan pada kualitas air tanah dan lingkungan sekitar.
Ia juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk dapat mendorong penyediaan air yang aman melalui peningkatan pengawasan, memastikan penerapan manajemen risiko setiap proses penyediaan air minum serta peningkatan edukasi bagi masyarakat untuk memastikan kualitas air minum yang aman.
“Kami juga mengajak masyarakat agar menjaga dan menyediakan air minum, akses air minum yang berkualitas, sampai dengan point of use baik di rumah tangga maupun di seluruh sasaran fasilitas umum, di tempat kerja, tempat pariwisata serta lokasi-lokasi yang strategis,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan, pihaknya selalu meneguhkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui berbagai inisiatif untuk menjaga kelestarian air.
PHBS, ujar dia, menjadi salah satu langkah pencegahan stunting harus dilakukan oleh setiap rumah tangga dengan meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan. "PHBS juga bisa mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan terutama penyakit infeksi yang dapat membuat energi untuk pertumbuhan teralihkan kepada perlawanan tubuh menghadapi infeksi, gizi sulit diserap oleh tubuh dan terhambatnya pertumbuhan."
“Sejalan dengan visi kami yakni one planet one health, kami percaya bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara alam dan kesehatan dari manusia. Setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi, akan berpengaruh terhadap bumi yang kita tinggali saat ini. Untuk itu, kami berusaha melakukan berbagai inisiatif pelestarian alam termasuk perlindungan kelestarian air melalui berbagai inisiatif yang telah dijalankan secara multipihak,” ujar Karyanto.
Pihaknya, lanjutnya, memiliki berbagai program untuk melestarikan air di antaranya program Taman Keanekaragaman Hayati di 2 lokasi yakni Taman Kehati Eroniti di Gunung Kidul, Yogyakarta dan Taman Kehati Telaga Inspirasi Nutricia-IPB, Bogor dengan area seluas 20 hektar.
BACA JUGA:MNC Peduli dan Prosi Bangun Saluran Air Bersih di Dusun Nunsena, Kabupaten Soe - NTT
Taman Kehati difungsikan untuk untuk melestarikan flora dan fauna endemik lokal yang terancam punah. Selain itu juga berfungsi pemenuhan akses air bersih melalui pengelolaan lahan terbuka hijau.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.