Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hebat! Ada Tanaman Penghasil Emas dan Tumbuh di Indonesia

Wilda Fajriah , Jurnalis-Rabu, 23 Maret 2022 |15:03 WIB
Hebat! Ada Tanaman Penghasil Emas dan Tumbuh di Indonesia
Ilustrasi emas (dok Freepik)
A
A
A

UNGKAPAN memetik uang langsung dari pohon mungkin hanya omong kosong belaka. Tapi ternyata, memetik emas dari tanaman memang benar adanya.

Baru-baru ini sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terdapat tanaman penghasil emas. Kerennya lagi, tanaman itu tumbuh di Indonesia lho!

Temuan tersebut mengklaim bahwa ada beberapa jenis tanaman yang mampu menghasilkan emas dan mereka tumbuh di Indonesia.

infografis

BACA JUGA:Mobil Mercedes-Benz Bakal Dibuat dari Sampah dan Tanaman, Ini Faktanya

Meski tidak bisa langsung menghasilkan emas yang bisa dipetik, tapi tumbuhan ini bisa menyerap logam berat yang ada di tanah sekitar mereka hidup.

Logam mulia juga termasuk logam berat yang bisa diserap oleh tumbuhan-tumbuhan itu. Seperti platina, nikel perak, talium, bahkan emas. Tumbuhan yang dapat menyerap logam berat itu biasa disebut tanaman hiperakumulator.

Menurut Pakar Biologi Tumbuhan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Hamim, tanaman hiperakumulator dapat menyerap logam berat melalui rantai makanan. Sehingga logam yang bisa tertimbun hingga ratusan tahun di dalam tahan, dapat perlahan-lahan terserap.

Tanaman hiperakumulator tak hanya bisa menguntungkan dengan menyerap logam mulia. Mereka juga bisa membersihkan lingkungan sekitar mereka ditanam karena daya serap yang tinggi.

Meski bisa sangat menguntungkan, sayangnya penggunaan tanaman hiperakumulator belum maksimal. Banyak hal yang harus diperhatikan agar potensi luar biasa tumbuhan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal.

(Kurniawati Hasjanah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement