DARI hasil survei serologi yang dilakukan sejak November-Desember 2021 menunjukkan, nyaris 90 persen penduduk Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19. Hal ini pun memunculkan pertanyaan apakah herd immunity sudah terbentuk di Indonesia.
Survei serologi tersebut, dilakukan Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).
"Artinya, 86,6% penduduk Indonesia memiliki kekebalan terhadap Covid-19 di bulan tersebut. Namun, seiring vaksinasi yang masih dilakukan maka jumlah penduduk yang punya kekebalan Covid-19 akan terus bertambah," terang laporan Kemenkes dikutip MNC Portal, Sabtu (19/3/2022).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa survei serologi ini penting dilakukan guna menunjukkan berapa persen penduduk Indonesia yang sudah memiliki antibodi Covid-19 dan ini penting untuk menentukan kebijakan selanjutnya.
"Serologi survei ini perlu dilakukan, karena akan dipakai oleh pemerintah sebagai dasar dalam menentukan kebijakan yang berbasis bukti real," terang Menkes Budi.
Survei serologi Covid-19 sendiri dilakukan berdasarkan wilayah aglomerasi sebanyak 9 provinsi, 47 kabupaten/kota, dan wilayah non aglomerasi yang terdiri dari 25 provinsi 53 kabupaten/kota.
Target sampel untuk wilayah aglomerasi ada 514 desa/kelurahan dengan target sampel 10.280 penduduk. Namun, data yang terkumpul ada sekitar 92,8% atau 9.541 penduduk. Kemudian di wilayah non aglomerasi ada 580 desa/kelurahan dengan total target sampel 11.600 penduduk, sementara yang terkumpul 93,6% atau 10.969 penduduk.
"Tidak terkumpulnya penduduk 100% dikarenakan ada beberapa orang yang menolak atau tidak bisa mengikuti survei karena terkait kondisi responden yang tidak memungkinkan," terang laporan Kemenkes.
Responden dalam survei sero ini adalah penduduk Indonesia yang berusia 1 tahun ke atas. Sampel secara acak terpilih 20 penduduk sebagai sampel utama dan 60 penduduk sebagai sampel cadangan di setiap desa atau kelurahan terpilih.
Hasilnya secara umum 86,6% penduduk Indonesia usia di atas 1 tahun pada bulan November-Desember 2021 sudah memiliki antibodi terhadap SARS-CoV- 2.
Salah satu peneliti Iwan Ariawan mengatakan meskipun memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2 bukan berarti mereka tidak bisa terinfeksi. "Mereka masih mungkin terinfeksi tapi risiko terjadinya sakit parah kemudian meninggal akan jauh lebih berkurang," ucapnya.
Jika dilihat berdasarkan kelompok yang belum pernah terdeteksi virus SARS-CoV-2 dan yang belum divaksin pada saat November dan Desember 2021 ada 73,9% sudah memiliki antibodi.
Bagi orang yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama memiliki proporsi antibodi yang lebih tinggi yakni 91,3% pada November sampai Desember 2021. Sementara untuk orang yang sudah vaksin dosis kedua proporsi antibodi nya lebih tinggi lagi yakni 99,1%.
Selain itu, kelompok yang pernah terdeteksi SARS-CoV-2 proporsi antibodi lebih tinggi yakni bagi yang belum di vaksin proporsi antibodi 88,0% kemudian bagi orang yang sudah vaksin dosis pertama proporsi antibodi 96, 0%, dan orang yang sudah divaksin dosis kedua proporsi antibodi 99,4%.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.