Andreas mengatakan selama masa pandemi ini ada beberapa jenis insomnia yang terjadi, yakni circadian rhythm disorder (gangguan irama sirkadian, terutama akibat pencahayaan).
Kemudian inadequate sleep hygiene (akibat aktivitas rutin WFH), psychophysiological insomnia, restless legs syndrome, dan sleep apnea (gangguan napas seperti mendengkur saat tidur).
Pihaknya pun membagikan kiat-kiat agar tidur bisa berkualitas diantaranya dengan menciptakan kenyamanan, suasana lingkungan yang sejuk, menjaga badan hangat, membuat pencahayaan redup, menjaga suasana lingkungan kondusif untuk tidur, melakukan ritual relaksasi dan menghangatkan tubuh.
BACA JUGA:Rizky Nazar Pakai Ganja untuk Atasi Gangguan Tidur
"Baca buku atau dengar musik, baru setelahnya naik ke tempat tidur, penjadwalan tidur teratur, kenali irama sirkadian masing-masing, konsumsi kafein dibatasi setidaknya 12 jam sebelum tidur dan tidur di matras yang nyaman," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)