Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Langka, Bayi Bekantan Lahir di Bekantan Rescue Center Banjarmasin

Antara , Jurnalis-Jum'at, 18 Maret 2022 |03:01 WIB
Langka, Bayi Bekantan Lahir di Bekantan Rescue Center Banjarmasin
Bayi bekantan lahir (dok ANTARA)
A
A
A

KEJADIAN langka saat bayi bekantan lahir di Bekantan Rescue Center Banjarmasin yang dikelola Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), di bawah binaan Kementerian Lingkungan Hidup RI melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan.

"Alhamdulillah, bayi bekantan (Nasalis larvatus) berjenis kelamin betina baru saja lahir," kata Amalia Rezeki selaku pengelola Bekantan Rescue Center di Banjarmasin.

Diungkapkan Amel, sapaan akrab Amalia Rezeki, kelahiran bayi bekantan di tempat perawatan bekantan sementara itu merupakan kejadian langka dan merupakan prestasi tersendiri bagi dunia konservasi, terutama bagi SBI dan BKSDA Kalsel.

Betapa tidak, di tengah maraknya berita populasi bekantan terancam akibat alih fungsi lahan, kebakaran hutan dan perburuan liar, ternyata masih ada harapan penambahan populasi bekantan secara ex-situ, terutama hasil titipan yang bisa melahirkan di tempat tersebut.

infografis

BACA JUGA:Wisatawan Protes Diminta Bayar Mahal di Taman Sari, Begini Kata Keraton Yogyakarta

Bayi bekantan itu lahir dari pasangan induk Mimin (betina) dan Pedro (pejantan). Kedua satwa tersebut berasal dari masyarakat yang dipelihara sejak bayi dan setelah dewasa diserahkan ke SBI untuk direhabilitasi, karena perilaku alaminya telah hilang.

"Selama dalam perawatan kedua bekantan tersebut menunjukkan gejala birahi. Ternyata benar, setelah digabungkan mereka kawin," tutur Amel.

Dijelaskannya, proses kelahiran bayi bekantan berjalan normal dan diasuh induknya dengan baik. Mimin mengalami kehamilan sekitar 6 bulan. Selama kehamilannya dipantau secara rutin oleh dokter hewan dan perawat satwa. Pola makan dan pakannya pun dipantau terus, agar kesehatannya terjamin.

Bekantan betina mempunyai masa kehamilan sekitar 166 hari atau 5-6 bulan dan hanya melahirkan satu ekor anak dalam sekali masa kehamilan. Anak Bekantan akan bersama induknya hingga menginjak dewasa usia sekitar 4 tahun.

Amel dan tim mengaku berusaha memberikan perawatan sebaik mungkin dan pakan berkualitas berupa dedaunan seperti pucuk daun kelakai, daun rambai dan buah-buahan tertentu untuk Mimin selama masa kehamilan hingga melahirkan.

Di samping itu untuk memenuhi kebutuhan gizi, tim medis memberikan suplemen vitamin dan pakan ekstra sekaligus menjaga stamina dan produksi susu induknya.

Selama masa bunting hingga melahirkan, Mimin di bawah pantauan tim medis yang dipimpin drh Adinda Anina.

Secara berkala dokter hewan muda itu melakukan cek medis atas perkembangan janin Mimin hingga melahirkan.

"Alhamdulillah, senang banget akhirnya Mimin melahirkan juga dengan selamat dan bayinya juga sehat," ucap drh Adinda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement