MEWARNAI rambut menambah rasa percaya diri seseorang dalam berpenampilan. Namun sayangnya jika rambut tak dirawat dengan benar rentan memicu kerusakan.
Kerusakan rambut tentu sangat merugikan dan membuat Anda tak nyaman. Paling sering disebabkan akibat proses pewarnaan yang membuat karena kondisi rambut yang menjadi lebih sensitif.
Saat rambut diwarnai, ternyata bisa memicu musuh besar. Yaitu air dan kelembapan udara, paparan sinar (terutama UV), dan adanya agresi eksternal seperti styling.
Ciri-ciri kerusakan rambut yaitu ujung bercabang dan mempercepat pemudaran warna, rambut kaku yang disebabkan oleh zat pewarna (Color-Induced Frizz) membuat rambut kering, kasar dan terlihat kusam, serta oksidasi rambut (Hair Oxidation) yang menyebabkan rambut berubah berwarna menjadi kemerahan/ tembaga.
Perwakilan Kerastase Indonesia Reny Agustia mengatakan, meski rentan memicu kerusakan rambut, nyatanya masyarakat masih gemar melakukan pewarnaan rambut dan terus berkembang di Indonesia. Sebanyak 71% dari orang Indonesia melakukan pewarnaan dalam 12 bulan terakhir ini.

"Kerusakan rambut akibat proses pewarnaan kerap menjadi kekhawatiran utama dari 62% orang yang membuat mereka dilema sebelum melakukan pewarnaan. Mereka mencari cara untuk mengurangi tanda kerusakan pada rambut setelah diwarnai," ujarnya dalam keterangan tertulis Chroma Absolu.