“Mengenai stunting, yang pertama kali terganggu itu adalah otak anak. Begitu anak lahir, otak anak tidak berkembang sebagaimana mestinya, ini adalah akibat ketidaktahuan ibu,” jelas Erna.
Lebih lanjut, Erna juga menegaskan untuk membatasi konsumsi gula harian. “Gula adalah media yang paling disenangi sel-sel kanker. Jadi sebaiknya konsumsi makanan minuman tinggi gula ini sebaiknya dihindari. Makanya penderita kanker sebaiknya membatasi konsumsi gula, apalagi susu kental manis, ini sangat disukai oleh sel-sel kanker untuk tumbuh,” pungkas Erna.
Arif Hidayat selaku Ketua Harian YAICI ikut menjelaskan edukasi gizi yang telah dilakukan. Di antaranya yang telah dilakukan adalah edukasi dan sosialisasi melalui kader, edukasi langsung ke masyarakat, penelitian hingga penggalian data langsung ke masyarakat yang mengonsumsi susu kental manis.
BACA JUGA:Dokter Gizi Sebut Mahalnya Minyak Goreng Jadi Kesempatan Cegah Obesitas
“Persoalan-persoalan yang kami temukan di lapangan itu beragam. Ada yang orangtua memang tidak tahu mengenai kandungan susu kental manis, atau bahkan ada yang sudah tahu tapi masih memberikan susu kental manis untuk anaknya karena lebih murah atau anaknya lebih suka. Padahal anak harus minum susu anak yang jelas bergizi,” tambah Arif.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.