Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Stunting di NTT Masih Tinggi, BKKBN: Jadi PR Bersama

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 04 Maret 2022 |17:01 WIB
Kasus Stunting di NTT Masih Tinggi, BKKBN: Jadi PR Bersama
Anak-anak mengalami stunting (FotoL BKKBN)
A
A
A

Menurut Kepala BKKBN yang juga Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Nasional, kecenderungan rata-rata penurunan stunting di Indonesia sejak 2015 hingga 2019 berkisar 0,3 persen. Sementara target penurunan stunting dari 2020 hingga 2024 harus berkisar di angka 2,5 persen.

Angka stunting 14 persen yang menjadi target nasional di 2024 diyakini akan tercapai termasuk kontribusi dari Nusa Tenggara Timur.

Untuk lebih memperkuat koordinasi dan kesepahaman tentang mekanisme tata kerja, pemantauan, pelaporan, evaluasi dan skenario pendanaan stunting di daerah, BKKBN mengandalkan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI).

"RAN PASTI di NTT hendaknya melibatkan insan cendekia yang berasal dari kalangan perguruan tinggi yang ada di NTT. Pelibatan program kampus merdeka sangat efektif dalam memberikan edukasi tentang stunting di masyarakat," jelas Hasto.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement