Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Ibu Hamil Ukraina Berjuang Hidup dan Mati Jelang Melahirkan di Tengah Perang

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 02 Maret 2022 |17:00 WIB
Kisah Ibu Hamil Ukraina Berjuang Hidup dan Mati Jelang Melahirkan di Tengah Perang
Perempuan hamil 39 minggu harus berjuang untuk melahirkan (Foto: ABC7 News)
A
A
A

SITUASI perang antara Ukraina dan Rusia juga ikut berdampak serius bagi warga sipil, termasuk pada ibu-ibu hamil yang akan melahirkan dalam waktu dekat.

Salah satu contohnya, Elina Brynza yang usia kehamilannya sudah masuk 39 minggu dan diprediksi akan melahirkan dalam pekan ini. Alih-alih melahirkan dengan aman dan nyaman di rumah sakit, Elina bersama sang suami dan anak sulungnya yang baru berusia 1 tahun harus bersembunyi di shelter atau tempat perlindungan dari bom selama serangan militer Rusia ke wilayah Ukraina, seperti dikutip ABC7 News, Rabu (2/3/2022).

Perempuan Ukraina

Selain bertahan hidup dengan terus-terusan menuju ke area penyimpanan yang berubah fungsi jadi tempat perlindungan bom paling tidak empat hingga lima kali dalam sehari.

“Ini tempat berteduh kami, kami duduk di sini dengan beberapa pakaian hangat tapi kami tidak memiliki pemanas. Saat kami dengar suara sesuatu di udara atau sesuatu yang lain dan itu bisa berupa roket atau pesawat. Kami langsung membawa putri kecil kami dan lari ke garasi kami ke lubang ini, dan kami bisa duduk di sini selama setengah atau 3 jam," kata Elina.

BACA JUGA : Kisah Pilu Ibu-Ibu Hamil Ukraina Terpaksa Melahirkan di Bunker Perlindungan Bom

Setelah suara tembakan senjata berhenti, barulah Elina, sang suami, dan putri kecilnya tersebut keluar dan lari kembali bersembunyi di dalam rumah. Elina saat ini fokus memikirkan bagaimana ia akan melahirkan di tengah zona perang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement