Namun, hingga saat ini adanya fluoresensi pada kuku karena penggunaan favipiravir masih belum dilaporkan. Para ilmuwan belum bisa memastikan, apakah fluoresensi disebabkan oleh metabolit obat atau bahan-bahan khusus seperti titanium dioksida, dan oksida besi kuning dalam tablet. Hanya saja para peneliti mengimbau agar penggunaan obat harus tetap dalam pengawasan dokter untuk terhindar dari efek bagi organ tubuh lainnya.
Mengetahui kejadian ini, banyak netizen yang memberikan reaksinya dalam kolom komentar. Banyak yang mengaku terkejut dan mengakui perubahan tersebut. Tak sedikit juga yang justru antusias dengan perubahan kuku mereka.
"Udah disinarin UV kak. aku barusan sembuh dari omicron dan kaget aja td pas lihat kukunya aku glow in the dark," kata sus*****.
"Asikk jd glow in the dark," tulis ipe*****.
"Nanti jadi avatar," ujar big*****.
"Jadi avatar blue sea," sahut arie*****.
(Helmi Ade Saputra)