WISATA Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tetap beroperasi di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga.
Bahkan dari data yang dicatat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) selalu pengelola Wisata Gunung Bromo, pengunjung yang masuk tak kurang 500 lebih pengunjung.
Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat menyatakan, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 10 tahun 2021, tempat wisata diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen. Maka sesuai instruksi tersebut, kawasan TNBTS dipastikan tetap melakukan pembatasan pengunjung.
"Kuota pengunjung kami batasi maksimal 50 persen sesuai dengan aturan yang ada di Inmendagri," kata Sarif.
Sarif menambahkan, penerapan kuota wisata di kawasan Bromo Tengger Semeru diberlakukan di lima spot wisata, di antaranya Site Bukit Cinta 62 orang pertama harinya, Spot Bukit Kedaluh dengan 214 orang pertama harinya.
"Kemudian untuk Site Mentigen kita batasi maksimal 110 orang pertama harinya, Site Penanjakan 444 orang per hari, dan Savana Teletubbies per harinya dibatasi 666 pengunjung," jelas dia.
Adapun selama masa penerapan PPKM level tiga dan sepanjang kenaikan kasus Covid-19 sejak bulan Februari 2022, sudah ada 11.166 pengunjung yang memasuki kawasan TNBTS, atau jika di rata-rata mencapai 587 orang per harinya.
"Kalau jumlah pengunjung dari 1 Februari 2022 hingga 19 Februari 2022 totalnya ada 11.166 pengunjung, rinciannya 11.144 pengunjung turis domestik dalam negeri, dan 22 orang turis mancanegara," ungkapnya.
Ia juga menyebut untuk mengantisipasi adanya wisatawan yang viral asal Samarinda lalu, karena positif Covid-19 sempat memasuki Wisata Bromo, penerapan aplikasi PeduliLindungi bagi setiap wisatawan yang masuk ke TNBTS akan diperketat. Persyaratan vaksinasi Covid-19 juga disebut Sarif, menjadi hal yang wajib dipenuhi saat pengunjung memasuki kawasan area TNBTS.