Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Yahudi Menyamar Jadi Seorang Muslim, Pakai Gamis demi Beribadah di Kompleks Al Aqsa

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 10 Februari 2022 |10:03 WIB
Kisah Yahudi Menyamar Jadi Seorang Muslim, Pakai Gamis demi Beribadah di Kompleks Al Aqsa
Raphael Morris, seorang Yahudi yang nekat menyamar sebagai muslim demi bisa beribadah di Kompleks Al-Aqsa (Foto: BBC)
A
A
A

Apa yang dilakukan oleh Raphael berisiko untuk diserang oleh umat muslim atau ditangkap jika ketahuan karena dianggap sebagai tindakan yang sangat provokatif. Namun ia tetap melakukannya.

"Awalnya cukup menakutkan, tetapi Anda akan terbiasa dengan sangat cepat," ungkapnya.

Menurut dia, situs ini merupakan tempat paling suci dalam ajaran Yudaisme dan ketiga tersuci dalam Islam.

Ketegangan di situs ini sering memicu pertikaian antara Israel dan Palestina. Walaupun demikian, Raphael mengatakan, bahwa situs itu adalah milik Yahudi.

"Saya seorang Yahudi yang religius, seorang Yahudi Zionis, dan saya percaya bahwa Temple Mount adalah milik orang-orang Yahudi karena apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami di dalam Alkitab," kata dia.

Masjid Al-Aqsa

(Foto: AFP)

Raphael tidak sendirian dalam keinginan untuk membangun sebuah rumah ibadah baru untuk menggantikan dua tempat ibadah.

Akibat tindakannya, polisi Israel sementara waktu melarang Raphael memasuki Kota Tua, tempat situs itu berada. Tapi dia menegaskan akan kembali ke sana.

"Itulah alasan kami kembali ke tanah Israel untuk membangun bait suci. Tempat ibadah itu harus tepat di sana. Di mana masjid emas besar berada. Iya, itu akan menyakitkan dan tidak menyenangkan, tapi itu adalah visi kami dan itu adalah tahap selanjutnya," pungkasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement