Selain kebiasaan merokok atau menjadi perokok pasif, infeksi yang belum selesai diobati semisal tuberkulosis (TB) juga menjadi faktor risiko angka kejadian kanker paru.
"Kita harus mengurai faktor risiko, kalau tidak nanti kita bisa mencapai angka 34. Tidak heran dalam waktu dekat mungkin kita bisa mencapai 34 per 100.000 penduduk," kata Evlina.
Dia berpendapat, dalam hal merokok, sebenarnya sudah banyak pemerintah kota yang telah menetapkan ruang merokok atau ruang publik dilarang merokok, namun kebijakan ini belum didukung kebijakan nasional.
(Amril Amarullah (Okezone))
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.