Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yuk Kenalan dengan Critical Eleven, Waktu Paling Kritis dalam Penerbangan Pesawat

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 09 Februari 2022 |08:09 WIB
Yuk Kenalan dengan Critical Eleven, Waktu Paling Kritis dalam Penerbangan Pesawat
Ilustrasi pesawat (dok iStock)
A
A
A

SERINGKAH kamu mendengar istilah critical eleven dalam penerbangan pesawat? Jika tidak, yuk cari tahu mengenai istilah tersebut.

Critical Eleven alias Plus Three Minus Eight merupakan waktu krisis di mana kecelakaan pesawat sering terjadi, yaitu tiga menit pertama dan delapan menit terakhir penerbangan.

Melansir Flight Safety, pada momen ini, awak kabin dilarang berkomunikasi dengan pilot di kokpit, terkecuali terjadi hal-hal penting bagi keselamatan.

Kondisi ini berawal dari fakta 80 persen kecelakaan yang melibatkan pesawat komersial terjadi dalam dua periode ini, saat pesawat terbang paling rentan terhadap bahaya.

infografis

BACA JUGA:Pesawat Jatuh Lalu Meledak di Kawasan Wisata Peru, 7 Orang Tewas

Disebutkan pula, tak ada pengumuman khusus yang dibuat untuk memberi tahu penumpang mengenai periode ini. Namun periode lepas landas selama tiga menit biasanya dianggap diperpanjang hingga tanda dilarang merokok dipadamkan.

Selain itu, titik di mana pesawat turun melalui 10 ribu kaki biasanya dianggap sebagai awal dari periode delapan menit yang berlanjut hingga pesawat mendarat.

Saat critical eleven, pilot berkomunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC) guna pengendalian pesawat sesuai standar operasi yang berlaku.

Pada tiga menit pertama critical eleven, digunakan mencari posisi stabil dan mengendalikan kecepatan ketika pesawat mulai mengudara. Sedangkan delapan menit terakhir untuk menurunkan kecepatan dan menyesuaikan dengan landasan.

Penumpang di dalam pesawat perlu mengikuti arahan awak kabin ketika critical eleven. Mulai dari memakai sabuk pengaman, mematikan telepon genggam, membuka penutup jendela, menegakkan sandaran kursi, hingga melipat meja.

Apabila terjadi kondisi darurat atau emergency landing, maka para penumpang memiliki waktu 90 detik untuk proses evakuasi. Menegakkan sandaran kursi dan melipat meja harus dilakukan saat lepas landas dan mendarat.

Kala kondisi darurat, kursi yang menjorok ke belakang dapat menyulitkan penumpang lain yang duduk di belakang untuk keluar menyelamatkan diri.

Di sisi lain, meja yang terbuka juga dapat memperlambat upaya penyelamatan diri dan dapat membuat penumpang cedera karena terbentur saat terjadi guncangan keras. (nia)

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement