PRODUKTIF seakan menjadi syarat untuk bisa meraih kehidupan yang sukses dan bermanfaat. Seringkali kita berpikir waktu luang harus selalu diisi dengan kegiatan produktif, apalagi saat waktunya bekerja. Tapi hati-hati jangan sampai Anda terjebak dalam toxic productivity.
Toxic productivity merujuk pada pribadi yang terlalu banyak bekerja hingga melupakan istirahat. Toxic productivity juga dapat bermakna “overworking” atau “workaholic.”

“Toxic productivity itu memunculkan rasa bersalah kalau tidak mengerjakan sesuatu. Ujung-ujungnya, mengalami burnout yang membahayakan kesehatan, dan itu harus dihindari,” ujar Graheta Rara Purwasono, M.Psi, psikolog.
Dikutip dari gensindo.sindonews.com ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami toxic productivity. Hal ini antara lain sulit beristirahat, lupa melakukan kegiatan-kegiatan esensial seperti mandi, sulit merasa puas, dan kesal melihat orang lain bersenang-senang atau melakukan sesuatu yang dianggap tidak produktif.