Pasalnya, patung itu dibuat dari 2.360 lampion oleh 35 orang dengan waktu 13 hari. Tahun demi tahun, acara di Hong Kong ini dianggap sebagai perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur termegah di seluruh Tiongkok. Kamu dapat menonton demonstrasi kung fu, merasakan tarian naga api, dan tentu saja melihat pertunjukan lampion yang seru.
5. Memecahkan teka-teki lampion
Sebuah tradisi yang dimulai pada masa Dinasti Song (960-1279) telah berlangsung hingga saat ini, bahkan menjadi salah satu tradisi terpenting selama Festival Lampion. Memecahkan teka-teki lampion dianggap sebagai tugas yang cukup menantang pada momen ini.
Masyarakat Tionghoa percaya bahwa memecahkannya membutuhkan kekuatan harimau. Jadi, teka-teki lampion ini disebut 'harimau sastra' atau 'macan lentera'. Ketika seseorang berhasil memecahkannya, mereka dianggap telah 'menembak harimau sastra'.
Biasanya, pemilik lampion akan menulis teka-teki menggunakan prosa atau puisi dan menempelkannya di lampion mereka. Kemudian, peserta lampion lainnya akan mencoba menebak teka-teki itu dengan imbalan hadiah kecil.
6. Berakhirnya berbagai mitos
Selama perayaan Tahun Baru Imlek, dipenuhi dengan mitos-mitos yang membuat banyak orang harus menghindari hal tertentu. Beberapa mitos di antaranya adalah tidak boleh datang ke rumah sakit, membiarkan anak kecil menangis, hingga memecahkan perabotan rumah tangga. Namun semua itu tidak akan berlaku setelah rangkaian Imlek berakhir.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.