Dalam aksara Tionghoa untuk yúshēng artinya meningkatnya kelimpahan. Oleh karena itu, makanan ini dipercaya sebagai simbol kelimpahan dan kemakmuran bagi orang yang memakannya.

Makanan khas Imlek ini dihidangkan sebagai makanan pembuka, dan biasanya dimakan pada hari Renri, yakni hari ke-7 bulan pertama kalender Imlek. Saus dihidangkan terpisah dan dicampur sendiri dengan sumpit oleh orang yang memakannya.
Menurut tradisi, ketika diaduk dengan saus, ikan dan sayuran harus diangkat tinggi-tinggi di atas piring. Semakin tinggi yee sang terangkat, maka semakin baik pula peruntungan pada tahun yang baru.
Yee sang diaduk bersama-sama oleh orang yang duduk satu meja sambil saling mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Tradisi mengaduk yee sang dan mengangkatnya tinggi-tinggi disebut 'lo hei'.
(Helmi Ade Saputra)