Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasihan, 20 Gajah Mati Akibat Makan Sampah Plastik

Agregasi VOA , Jurnalis-Senin, 17 Januari 2022 |22:05 WIB
Kasihan, 20 Gajah Mati Akibat Makan Sampah Plastik
Gajah mati di tempat pembuangan sampah terbuka di Desa Palakkadu, Distrik Ampara, Sri Lanka (Foto AP via VOA)
A
A
A

Terdapat 54 situs pembuangan sampah yang berdekatan dengan zona satwa liar di Sri Lanka. Menurut petugas setempat ada sekitar 300 gajah yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Situs manajemen sampah di desa Palakkadu dibangun pada tahun 2008 melalui dana bantuan Uni Eropa. Sampah-sampah dari 9 desa dikumpulkan di situ namun tidak didaur ulang.

Pada tahun 2014, pagar listrik yang dibangun untuk melindungi situs tersebut disambar petir. Pagar tersebut belum diperbaiki hingga kini, sehingga gajah dapat masuk dengan mudah ke dalam area tersbeut.

Warga sekitar menyebut bahwa para gajah ini semakin mendekat dan berhabitat di dekat lubang pembuangan. Hal ini membuat warga khawatir.

ilustrasi

Warga mulai gunakan kembang api untuk mengusir satwa saat mereka mulai masuk ke kawasan desa, dan sebagian warga bahkan membangun pagar listrik di rumah mereka.

Namun warga tidak punya pemahaman pemasangan pagar listrik yang aman. “Ini justru bisa membahayakan warga sendiri dan juga para satwa liar,” kata Keerthi Ranasinghe, pejabat dewan desa setempat.

“Meski mereka ini bisa merusak, namun gajah liar juga adalah sumber kekayaan alam. Pemerintah perlu cari cara untuk melindungi baik manusia dan juga para gajah yang juga bisa mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian,” tambahnya.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement