MENTERI Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin hari ini, Jumat (14/1/2022) diketahui baru saja melakukan kunjungan ke PT. Amarox Pharma Global yang berlokasi di Kawasan Delta Silocon 3 Cikarang Pusat.
Seperti disampaikan Menkes Budi, saat ini Indonesia mempersiapkan dua obat anti virus yang baru yakni Molnupiravir dan Paxlovid. Sebagai langkah antisipasi hantaman gelombang baru akibat Omicron, Kemenkes memastikan stok obat Molnupiravir dalam negeri cukup.

“Ada dua obat anti virus yang baru, pertama adalah Molnupiravir yang dibuat oleh Mercks, yang kedua adalah Paxlovid yang dibuat ole Pfizer. Molnupiravir approvalnya keluar duluan di Amerika, jadi kita sekarang sudah siap ada sekitar 400 ribu tablet yang sudah diimpor oleh PT. Amarox,” ujar Menkes Budi, seperti dikutip dari kanal Youtube resmi Kementerian Kesehatan RI, Jumat (14/1/2022).
Baca Juga : Jaga Prokes dan Tingkatkan Vaksinasi Guna Melawan Varian Omicron
Ketersediaan obat Covid-19 Molnupiravir ini dipersiapkan Kemenkes, sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 di Indonesia akibat serangan cepat varian Omicorn. Obat Molnupiravir ini diketahui akan diberikan pada pasien Covid-19 dengan gejala ringan, dan masuk ke dalam paket obat untuk isolasi mandiri.
Baca Juga : Jangan Anggap Remeh Omicron meski Disebut Tak Lebih 'Galak' dari Delta
Disebutkan lebih lanjut, Molnupiravir diindikasikan sebagai pengobatan infeksi Covid-19 dengan catatan yakni pada pasien berskala ringan sampai sedang yang berusia 18 tahun ke atas yang tidak membutuhkan pemberian oksigen dan peningkatan resiko menjadi infeksi Covid-19 skala berat.
Kunjungan Menkes Budi hari ini diketahui bertujuan untuk memantau langsung skema rencana PT. Amarox Pharma Global untuk memproduksi obat Molnupiravir sendiri di dalam negeri yang ditargetkan sudah bisa dimulai proses produksinya pada April atau Mei 2022.
“Saya tadi meninjau rencana mereka untuk produksi Molnupiravir ini di dalam negeri, rencananya mudah-mudahan April atau Mei sudah bisa diproduksi dalam negeri. Ini jadi penting sekali kalau kita bisa memproduksi obat dalam negeri dan manufacturingnya juga dibangun di sini," pungkas Menkes Budi.
(Helmi Ade Saputra)