KEMUNCULAN varian Omicron, memang telah menyebabkan ledakkan kasus Covd-19 di berbagai negara. Kabar baiknya, gejala yang disebabkan oleh varian Omicron memang lebih ringan ketimbang varian Delta.
Dalam laporan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, varian Omicron telah menurunkan prevalensi varian Delta, dan tingkat sirkulasi varian Alpha, Beta dan Gamma juga sangat rendah.
"Mengikuti identifikasi kasus Omicron terkait perjalanan, banyak negara sekarang melaporkan cluster serta komunitas transmisi VOC ini," jelas WHO dalam keterangan tertulisnya.
Dalam datanya, WHO menyebut dari 357.206 kasus yang diunggah ke GISAID dalam 30 hari terakhir, sebanyak 208.870 kasus atau 58,5% adalah Varian Omicron, 147.887 kasus atau 41,4% adalah Delta, 12 kasus atau kurang dari 0,1% adalah Alpha, 2 kasus atau kurang dari 0,1% adalah Gamma, 1 kasus atau kurang 0,1% adalah Beta dan 6 kasus atau kurang 0,1% terdiri dari varian sirkulasi lainnya termasuk VOI Mu dan Lambda.