Berlatih Falun Dafa
Survei di Tiongkok
Peningkatan jumlah orang yang berlatih di Tiongkok kala itu telah menarik perhatian Pemerintah Tiongkok dan komunitas medis, yang mengirim peneliti untuk menyelidiki hal ini. Temuan yang mereka dapatkan sangat mirip dengan survei di Australia.
Pada tahun 1998, survei dilakukan di Beijing, Wuhan, Dalian, dan Guangdong untuk meneliti mengapa begitu banyak orang yang berbondong-bondong datang untuk berlatih Falun Dafa. Para peneliti menemukan bahwa 98 persen dari 31.000 praktisi yang disurvei mengalami perbaikan kesehatan yang nyata segera setelah praktisi melakukan latihan. Lebih dari 90 persen praktisi yang disurvei dilaporkan menderita berbagai penyakit sebelum berlatih gerakan, dan lebih dari 70 persen praktisi mengalami pemulihan yang “sempurna” atau “hampir sempurna” dari penyakit yang dideritanya.
Penelitian ini juga mengamati adanya penghematan biaya perawatan kesehatan yang besar karena mereka berlatih gerakan Falun Dafa. Menurut survei di Tiongkok, para praktisi telah menghemat uang negara sebesar 70 juta yuan (10.982.000 dollar) untuk biaya perawatan kesehatan.
Demikian juga temuan dalam survei di Australia, sebagian besar responden Falun Dafa (95 persen) melaporkan bahwa mereka tidak menggunakan obat apa pun (resep dokter, obat yang dijual bebas, vitamin, atau suplemen) dan 92 persen responden Falun Dafa mengatakan mereka tidak menghabiskan uang untuk biaya pengobatan kesehatan.
Dr. Margaret Trey membuat buku yang berisi kumpulan studi kasus yang luar biasa, yaitu: kisah nyata kehidupan praktisi Falun Dafa yang menyoroti titik balik permasalahan dalam kehidupan praktisi, dan ketahanannya dalam menghadapi badai kehidupan sebagai manusia bermental kuat.
“Sebagai contoh, salah satu wanita peserta penelitian saya pernah dipenjara di Kamp Kerja Paksa Masanjia,” kata Dr. Margaret Trey. “Kisahnya menceritakan bagaimana keyakinannya akan Falun Dafa telah memberikan kekuatan dan ketahanan untuk hidup melalui saat-saat yang mengerikan di salah satu kamp kerja paksa Tiongkok yang paling terkenal yang digunakan Kantor 610 untuk menahan dan menyiksa praktisi Falun Dafa. Banyak orang biasa yang dipenjara di sana berakhir dengan gangguan stres pasca-trauma setelah mengalami kejadian yang mengerikan, tetapi hal tersebut tidak terjadi pada praktisi.”
Kantor 610 adalah agen rahasia Partai Komunis Tiongkok mirip Gestapo yang diciptakan dengan tujuan untuk menganiaya praktisi Falun Dafa di seluruh Tiongkok. Pada tahun 1999, partai komunis memulai penindasan terhadap Falun Dafa karena pemimpin partai komunis waktu itu, Jiang Zemin, iri hati dengan banyaknya orang yang berlatih Falun Dafa, jauh lebih banyak daripada anggota partai komunis. Selain menggencarkan penangkapan dan penyiksaan praktisi Falun Dafa, partai juga menyebarkan fitnahan lewat media dan pewakilan diplomatik agar masyarakat dunia berpandangan negatif terhadap Falun Dafa.
Di seluruh dunia, hanya di RRC saja Falun Dafa ditindas oleh komunis, di luar Tiongkok justru berkembang karena manfaatnya yang positif dan telah menyebar ke lebih dari 100 negara dan dilatih oleh ratusan juta orang di dunia.