ASAL mula virus Covid-19 memang masih penuh dengan tanda tanya. Memang, saat ini disebut Covid-19 terjadi karena adanya virus corona yang bermutasi dari kelelawar dan mengifeksi manusia. Meskipun, belum ada bukti bahwa virus Covid-19 ini adalah zoonosis.
Tapi, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa manusia malah bisa menularkan Covid-19 ke hewan, dalam hal ini rusa. Kekhawatiran ini pun merebak, lantaran dianggap dapat memperlama usia pandemi Covid-19.
Menurut laporan NBC News, peneliti mengambil sampel dari hidung rusa liar di Ohio dan menemukan bukti bahwa manusia yang menyebarkan virus corona ke rusa, setidaknya enam kali. Penelitian ini telah diterbitkan bulan lalu di Nature.
"Sepertiga dari sampel rusa memiliki infeksi aktif atau baru terjangkit belum lama ini," kata penelitian tersebut, dikutip MNC Portal.
Penelitian yang dilakukan di Lowa juga menemukan hal yang sama. Banyak rusa buruan yang terinfeksi Covid-19. Kasus infeksi Covid-19 menyebar dari manusia ke rusa menjadi pengingat bahwa kesehatan manusia sangat berdampak pada hewan dan bahwa kurangnya perhatian terhadap spesies lain akan Covid-19 dapat memperpanjang pandemi dan mempersulit upaya pengendalian Covid-19.
"Merajalelanya infeksi virus corona di antara rusa dapat menimbulkan risiko berarti bagi manusia jika mutasi pada rusa menciptakan varian baru," tegas peneliti.
Populasi hewan liar yang menyimpan virus juga dapat mempertahankan varian yang tidak lagi beredar di antara manusia saat ini dan memungkinkan 'bencana' itu muncul kembali. Kemungkinannya sangat besar, mengingat persebaran Covid-19 pada rusa sangat meluas.
"Ini sangat mengkhawatirkan, karena sangat mungkin muncul varian yang benar-benar berbeda," kata Suresh Kuchipudi, ahli virologi di Pennsylvania State University.